Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Inilah Pentingnya Memahami Visi Hidup untuk Meraih Kesuksesan Diri

webbinar.xyz - Orang bijak mengatakan, dunia orang buta di batasi oleh pandangannya, dunia orang bodoh dibatasi oleh ilmu pengetahuannya, dunia orang besar di batasi oleh visinya. Artinya kendala utama seseorang menjadi orang besar adalah faktor dari visi hidupnya. 

Cara meraih kesuksesan dengan visi Hidup
Ketika kita mampu merumuskan visi besar dalam hidup ini, sesungguhnya ini menjadi titik awal bagi kita dalam proses mewujudkan apa menjadi siapa bagi diri kita. Dengan demikian  dalam kehidupan ini, dibutuhkan visi yang sangat jelas, karena visi adalah rumusan umum mengenai keadaan yang diinginkan pada akhir periode perencanaan. Kekuatan visi, membantu kita menciptakan gambaran yang jelas tentang hidup yang ingin kita jalani dan mulai memprogram pemikiran kita untuk memberikan hasil yang persis seperti yang apa yang kita inginkan. 

Baca juga artikel menarik tentang visi hidup yang akan membawa anda ke jalan kesuksesan

Sebagaimana yang telah kita lihat, ada satu hukum besar, segala sesuatu adalah energi. Kita juga mengetahui melalui hukum tarik-menarik bahwa getaran yang sama saling menarik, dan getaran yang berbeda saling menolak. 

Oleh karena itu, kita menarik kepada orang-orang dan keadaan yang bergetar dengan harmoni atau resonansi dengan pemikiran kita. Untuk mendapatkan apa yang kita inginkan, kita harus menanam pemikiran tersebut dengan kuat di dalam pikiran kita. 

Kita harus memeliharanya, memberinya perhatian, berfokus padanya, dan menjadi seperti itu. Kita harus menyesuaikan tubuh, pikiran, dan jiwa dengan apa yang kita inginkan.

Kekuatan visi sesungguhnya dapat mengubah pemikiran, keyakinan, nilai, pendapat, dan sikap kita untuk menjadi orang yang kita inginkan dan dapat menarik hubungan, situasi, dan keberhasilan yang kita inginkan capai dalam kehidupan kita. 

Apa yang membedakan antara visi dan sasaran ? Sasaran adalah bagian penting dari kehidupan, dan sasaran diperlukan untuk menggerakkan Anda ke depan. Tetapi visi bukanlah sasaran. Visi jauh lebih luas dan lebih kuat daripada sasaran. Visi adalah gambar hidup Anda secara lengkap dan menyeluruh, yang mencakup bidang pribadi maupun profesional. 

Sasaran adalah bagian dari visi Anda, batu loncatan yang membuat Anda sampai di tempat yang Anda inginkan. selain itu anda juga bisa membaca 9 point penting untuk bisa menjadi pengusaha sukses disini

Dibawah ini ada beberapa pertanyaan yang diajukan kepada Tiga kuli bangunan yang sedang memasang batu tembok sebuah gedung yang dalam proses pembangunan. Mereka diajukan pertanyaan yang sama: “Apa yang sedang anda lakukan?” Seorang kuli yang pertama tampak heran dengan pertanyaan itu. 

Ia seolah-olah berfikir, sudah jelas sedang menyusun batu-batu, kok masih ditanya juga. Lalu ia menjawab, “Saya sedang meletakkan batu-batu”. Sementara yang kedua, ia menjawabnya sambil tersenyum kecil, “Saya sedang mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan keluarga”. Dan kuli yang ketiga, ia tampak berfikir sebentar, lalu dengan mata yang menerawang ia menjawab, “Saya sedang membangun tempat ibadah. Suatu saat nanti orang-orang akan beribadah dan nama Tuhan akan dimuliakan ditempat ini”. 

Kuli pertama memberi jawaban yang realistis, memang betul, ia sedang meletakkan batu-batu. Itulah rutinitas pekerjaannya. sementara yang kedua memberi jawaban yang pragmatis. 

Setiap orang perlu makan, sebab itu ia bekerja dan perlu diberi imbalan atau upah untuk memenuhi kebutuhannya. Sebuah pekerjaan menyangkut urusan hidup. Dan kuli yang ketiga memberi jawaban yang idealis. 

Jawabannya terdengar seperti membual, namun mengandung visi yang jauh kedepan. Ia menyadari bahwa ia hanya seorang pekerja kuli bangunan, namun ia memandang pekerjaannya bukan hanya sekadar mencari nafkah. 

Ia melihat dirinya sebagai bagian dari suatu yang luas nan integral. Lantas jawaban manakah yang benar? Kalau anda adalah salah seorang dari tiga kuli tersebut, apakah jawaban anda? Tentu tidak ada yang salah dari apa yang mereka ucapkan, jawaban mereka semuanya seratus persen benar. 

Namun ada satu nilai yang terdapat pada jawaban kuli yang terakhir, yang tidak dimiliki oleh kuli yang pertama dan kedua, “Hidup dengan visi”. Dalam hidup ada orang yang tidak memiliki visi dan arah masa depan. 

Hal ini terjadi karena mereka tidak pernah memikirkan hal ini. Hidup hanyalah urutan dari peristiwa yang satu ke peristiwa yang lain. Mereka hidup menyambung hari, menjalani siklus hidup dari masa kanak-kanak ke masa remaja, ke masa pemuda, sampai masa lansia dan kematian mereka. 

Berpindah dari satu masalah ke masalah yang lain Disamping itu ada orang yang hidup dan menyadari perlunya memiliki arah. Namun mereka tidak mampu memiliki visi, idaman, atau impian. 

Mereka tidak memiliki arah tajam yang akan membuat mereka dapat memfokuskan dirinya. Hal ini terjadi karena mereka tidak memiliki orang yang membimbing mereka untuk menyusun visi mereka tadi. 

Mereka bagaikan para wiraswasta yang bermimpi membangun bisnis raksasa, namun tidak cukup jelas mengenai gambaran bisnis yang diinginkan, bagaimana pasar dan produknya. Problem lain bagi orang yang sudah memiliki visi yang menjadi fokus hidup, namun ketika menjalani hidup mereka tidak memfokuskan energi, kemampuan, dan komitmen pada visi itu. 

Aktivitas mereka tidak mendukung upaya pencapaian visi tersebut. Inilah yang terjadi dan ada dalam pikiran kuli bangunan pertama dan kedua, pekerjaan dan aktifitasnya hanya terasa sebagai beban yang membosankan dan melelahkan. 

Pandangan hidup kita pun menjadi sempit. Ada orang yang hidupnya memiliki rumusan visi, mereka tahu kemana arah hidup mereka, rumusan arah atau visi itu cukup tajam. Mereka juga memiliki metode untuk mengaitkan kegiatan-kegiatan mereka dengan visi itu sehingga semuanya mengarah untuk membuat visi tercapai. 

Mereka memiliki keterampilan untuk mengukur kemajuan mereka dalam bergerak menuju visi itu. Inilah yang terdapat dalam paradigma berfikir kuli bangunan yang ketiga. Menciptakan visi amat tergantung pada jawaban atas pertanyaan “apa yang saya inginkan?” yang akan memberikan arah masa depan dan mengantisipasi atau memanfaatkan peluang yang ada. 

Begitulah orang yang memiliki visi yang besar akan membawa potensi kesuksesan yang lebih besar pula, dan jika anda seorang muslim anda bisa membaca tentang bagaimana sukses menurut Al Qur'an surat Al Mukminun. 


Post a comment for "Inilah Pentingnya Memahami Visi Hidup untuk Meraih Kesuksesan Diri"

close